Kamis, 05 September 2019

Tiga Wasiat Rasulullah


Wasiat Rasulullah

Sungguh beruntung orang yang menghiasi hidupnya dengan Sunnah-Sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم . Sungguh bahagia orang yang menjadikan petuah dan wasiat Rasulullah صلى الله عليه وسلم sebagai panduan hidupnya. Berikut ini adalah sebagian dari wasiat yang pernah disampaikan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada para Sahabatnya صلى الله عليه وسلم . Sebuah wasiat yang singkat namun sarat makna serta menyentuh hati. Wasiat yang menghimpun kebaikan dunia dan akhirat dengan sempurna.-Red.
Dalam Musnad Imam Ahmad dan Sunan Ibnu Majah juga para Imam lainnya terdapat hadits dari Abu Ayyub al-Anshari رضي الله عنه. Dalam hadits itu diberitakan bahwa ada seorang laki-laki mendatangi Rasulullah صلى الله عليه وسلم lalu mengatakan:
عِظْنِى وَأَوْجِزْ وفي روايه عَلِّمْنِي وَأَوْجِزْ قَالَ: إِذَا قُمْتَ فِي صَلَاتِكَ فَصَلِّ صَلَاةَ مُوَدِّعٍ وَلَا تَكَلَّمْ بِكَلَامٍ تَعْتَذِرُ مِنْهُ غَدًا وَأَجْمِعْ الْيَأْسَ مِـمَّا فِي أَيْدِي النَّاسِ
"Berilah aku nasehat dengan ringkas! (dalam riwayat lain) Ajarilah aku dengan ringkas! Lalu Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, 'Jika kamu berdiri hendak melaksanakan shalat, maka shalatlah sebagaimana shalat orang yang pergi selamanya; Janganlah kamu mengucapkan satu perkataan yang kamu akan meminta maaf karenanya pada esok harinya; bertekadlah untuk tidak mengharapkan apa yang dimiliki orang lain." (HR. Imam Ahmad, no. 23498 dan Ibnu Majah, no. 4171. Lihat as-Shahihah, no. 401)
Hadits ini adalah hadits hasan dengan banyaknya syawahid (pendukung). Hadits agung yang singkat ini berisi tiga wasiat yang menghimpun semua kebaikan, dunia dan akhirat. Barangsiapa memahaminya lalu mengamalkannya, maka dia akan meraih semua kebaikan, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Wasiat Pertama, Wasiat tentang shalat agar kaum Muslimin memberikan perhatian ekstra dan menunaikannya dengan benar.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam hadits di atas mengajak setiap orang yang hendak melaksanakan shalat agar dia mengerjakannya dengan bersungguh-sungguh sebagaimana orang yang mengerjakan shalatnya yang terakhir, dia tahu dirinya tidak bisa lagi mengerjakan shalat setelah itu. Jika seseorang yang mengerjakan shalat merasa bahwa itu adalah shalat terakhir yang bisa dilakukan, dia tidak bisa mengerjakan shalat setelah itu, maka pasti dia akan bersungguh-sungguh. Dia pasti akan mengerjakannya dengan baik dan benar, dia pasti akan berusaha menyempurnakan semua rukun-rukunnya, seperti ruku' dan sujudnya juga hal yang diwajibkan atau bahkan hal-hal yang disunnahkan tidak akan ditinggalkan sedikit pun.
Oleh karena itu, semestinya setiap orang yang hendak melaksanakan shalat mengingat wasiat Rasulullah صلى الله عليه وسلم ini dalam setiap shalat yang sedang dia lakukan. Barangsiapa melaksanakan shalat dengan baik dan benar, maka shalat tersebut akan memandu dan membimbingnya kepada semua kebaikan dan keutamaan. Dan shalat seperti itu akan menjadi penyejuk mata (penenang baginya) dan mendatangkan kebahagiaan.

Wasiat Kedua, Wasiat agar menjaga lisan.
Lisan manusia termasuk anggota badan yang paling berbahaya. Jika sebuah kalimat atau ucapan belum keluar dari mulut seseorang, maka itu artinya si pemilik lisan masih bisa mengendalikan kalimat yang belum terucap tersebut dan ia menjadi penguasa baginya. Namun jika suatu kalimat atau perkataan sudah terlontarkan dari lisan, maka kalimat yang terucap itu akan menjadi penguasa atas si penguacap dan dia akan memaksanya untuk menanggung resiko ucapannya tersebut.
Sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:
لَا تَكَلَّمْ بِكَلَامٍ تَعْتَذِرُ مِنْهُ غَدًا
Janganlah kamu mengucapkan suatu kalimat yang kamu akan meminta maaf karenanya pada esok harinya.
Artinya, bersungguh-sungguhlah dalam menahan lisanmu agar tidak mengucapkan perkataan yang kamu khawatir harus meminta maaf karenanya di kemudian hari. Selama Anda belum mengucapkan kalimat atau perkataan itu, berarti anda masih memegang kendali, tapi jika sudah diucapkan oleh lisan, berarti ucapan itulah yang memegang kendali atas diri anda.
Dalam wasiat Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang lain kepada Mu'adz bin Jabal  رضي الله عنه:
أَلَا أُخْبِرُكَ بِـمَلَاكِ ذَلِكَ كُلِّهِ؟ قَالَ: بَلَى يَا نَبِيَّ اللَّهِ فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ قَالَ: كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا، قَالَ: يَا نَبِيَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِه؟ِ فَقَالَ: ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ، وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ قَال: عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ
Maukah engkau aku beritahu kunci dari semua itu? (Mu'adz mengatakan-red) aku mengatakan, "Tentu wahai Rasulullah." Rasulullah صلى الله عليه وسلم memegang lidahnya secara bersabda, "Tahanlah ini!" (Mu'adz mengatakan-red) aku mengatakan, "Wahai Nabi Allah! Apakah kita akan disiksa dengan sebab ucapan yang kita ucapkan?" Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab, "Wahai Mua'dz, kasihan sekali kamu! Adakah sesuatu yang menyebabkan seseorang tersungkur wajahnya di neraka selain dari ucapan-ucapan lisan mereka (HR. Ahmad, no. 22016; at-Tirmidzi, no. 2616 dan hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Shahihul Jami', no. 5136).
Jadi lisan itu sangat berbahaya. Dalam sebuah hadits dari Shahabat Tsabit, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda;
إِذَا أَصْبَحَ ابْنُ آدَمَ فَإِنَّ الْأَعْضَاءَ كُلَّهَا تُكَفِّرُ اللِّسَانَ فَتَقُولُ اتَّقِ اللَّهَ فِينَا فَإِنَّمَا نَحْنُ بِكَ فَإِنْ اسْتَقَمْتَ اسْتَقَمْنَا وَإِنْ اعْوَجَجْتَ اعْوَجَجْنَا
"Jika Bani Adam memasuki waktu pagi, maka seluruh anggota badan manusia tunduk kepada Lisan lalu mereka mengatakan, 'Bertakwalah kalian dalam urusan kami, karena kami selalu bersama kamu. Jika anda lurus, maka kami juga lurus dan jika anda bengkok, maka kami juga bengkok. (HR. Ahmad, no. 11908 dan at-Tirmidzi, no. 2407 dari hadits Sa'id al-Khudri. Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani)
Sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:
لَا تَكَلَّمْ بِكَلَامٍ تَعْتَذِرُ مِنْهُ غَدًا
Janganlah kamu mengucapkan suatu kalimat yang kamu akan meminta maaf karenanya pada esok harinya.
Dalam potongan kalimat ini, terdapat seruan, ajakan dan himbauan untuk selalu introspeksi diri dalam masalah ucapan-ucapan yang terlontar dari Lisan, hendaklah kita merenung sebelum berucap, jika kita memandang ucapan itu mendatangkan kebaikan, maka ucapkanlah! Namun jika ucapan yang akan kita katakan itu buruk, maka hendaklah dia menahan diri. Jika tidak tahu, apakah ucapan itu baik atau buruk? Maka sebaiknya menahan diri dan tidak mengucapkannya sampai kita benar-benar mengerti tentang ucapan yang akan kita ucapkan tersebut. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia mengucapkan perkataan yang baik atau diam (HR. Al-Bukhari, no. 6018 dan Muslim, no. 47 dari hadits Abu Hurairah  رضي الله عنه )
Namun banyak orang yang membiarkan atau membebani dirinya dengan banyak bicara dan tidak mau ambil pusing dengan pembicaraannya, akhirnya dia harus menanggung resiko buruk dari ucapannya di dunia dan akhirat. Sebagai seorang yang berakal sehat mestinya seseorang harus menimbang-nimbang ucapan yang akan dilontarkan dan memelihara lisannya dari ucapan-ucapan yang tidak bermanfaat atau tidak layak sehingga perlu meminta maaf di waktu yang akan datang.
Sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :
لَا تَكَلَّمْ بِكَلَامٍ تَعْتَذِرُ مِنْهُ غَدًا
Janganlah kamu mengucapkan suatu kalimat yang kamu akan meminta maaf karenanya pada esok harinya
Kata "besok" dalam hadits di atas bisa jadi maksudnya Hari Kiamat, yaitu disaat kita harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan anggota badan kita di hadapan Allah عزّوجلّ, atau bisa jadi maksudnya adalah besok hari yakni di dunia saat banyak orang yang menuntut konsekuensi dari ucapan kita.

Wasiat Ketiga, wasiat agar qana'ah, menggantungkan hati hanya kepada Allah عزّوجلّ semata dan sama sekali tidak mengharapkan apa yang dimiliki orang lain.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
وَأَجْمِعْ الْيَأْسَ مِـمَّا فِي أَيْدِي النَّاسِ
Bertekadlah untuk tidak mengharapkan apa yang dimiliki orang lain.
Maksudnya fokuskan hatimu! Bertekadlah untuk tidak mengharapkan apa-apa yang dimiliki orang lain. Janganlah Anda mengharapkan apapun dari mereka! Hendaklah Anda berharap hanya kepada Allah عزّوجلّ semata! Sebagaimana lisan kita yang hanya meminta dan memohon kepada Allah عزّوجلّ semata, maka begitu juga bahasa tubuh kita yang lain, hendaknya hanya meminta dan memohon serta berharap kepada Allah  semata. Kita memutus semua harapan dan ketergantungan hati kita dari semua orang lalu kita arahkan ketergantungan hati kita hanya kepada Allah  عزّوجلّ. Dan shalat yang dilakukan oleh seseorang merupakan sarana terbesar dalam merealisasikan semua yang menjadi keinginan.
Orang yang tidak menaruh harapan kepada semua yang dimiliki orang lain, maka dia akan hidup mulia dan berwibawa, sebaliknya orang yang selalu mengharapkan apa yang dimiliki orang lain, maka hidupnya akan terhina.
 Orang yang hatinya senantiasa bergantung kepada Allah عزّوجلّ  dalam segala keadaan, dia tidak berharap kecuali kepada Allah, tidak meminta kecuali kepada Allah juga tidak bertawakkal kecuali kepada-Nya, maka pasti Allah  عزّوجلّ   akan memenuhi kebutuhannya di dunia dan di akhirat. Allah   عزّوجلّ  berfirman:
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ
Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. (QS. Az-Zumar/39:36)
Juga berfirman:
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Dan barangslapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. Ath-Thalaq/65:3)
Inilah tiga wasiat singkat Rasulullah صلى الله عليه وسلم namun sarat dengan makna. Semoga Allah عزّوجلّ  memberikan hidayah taufiq-Nya kepada kita semua agar bisa melakukan dan melaksanakan wasiat Rasulullah صلى الله عليه وسلم ini.[]

Sumber: Ebook Ringkasan Syarah Hadits Arba'in

Ringkasan Syarah Hadits Arba'in (Hadits Ke-1)

I K H L A S
 
عَنْ أَمِيْرِ الـمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الـخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَـمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: إِنَّـمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّـمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى؛ فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ. رواه إماما الـمـحدثين أبو عبد الله مـحمد بن إسـماعيل بن إبراهيم بن الـمغيرة بن بردزبة البخاري وابو الـحسين مسلـم بن الـحجاج بن مسلـم القشيري النيسابوري في صحيـحيهما اللذين هما أصح الكتب الـمصنفة
Dari Amirul Mu’minin, Abu Hafsh Umar bin Khottob rodhiyallohu ’anhu dia berkata: “Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: ’Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai niatnya. Oleh karena itu, barangsiapa yang berhijrah karena Alloh dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada Alloh dan Rosul-Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena (untuk mendapatkan) dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya itu kepada apa yang menjadi tujuannya (niatnya).’” (Diriwayatkan oleh dua imam ahli hadits; Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrohim bin Mughiroh bin Bardizbah Al-Bukhori dan Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusairy An-Naisabury di dalam kedua kitab mereka yang merupakan kitab paling shahih diantara kitab-kitab hadits) 
Status Hadits dan Takhrijnya
Shahih: HR. Al-Bukhari (no. 54, 2529, 3898, 5070, 6689, 6953), Muslim (no. 1907), dan selain keduanya.
Kedudukan Hadits
Materi hadits pertama ini merupakan pokok agama. Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Ada Tiga hadits yang merupakan poros agama, yaitu hadits ?mar, hadits A?syah, dan hadits Nu’man bin Basyir.” Perkataan Imam Ahmad rahimahullah tersebut dapat dijelaskan bahwa perbuatan seorang mukallaf bertumpu pada melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Inilah halal dan haram. Dan diantara halal dan haram tersebut ada yang musytabihat (hadits Nu’man bin Basyir). Untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan dibutuhkan niat yang benar (hadits ?mar), dan harus sesuai dengan tuntunan syari?t (hadits A?syah).
Setiap Amal Tergantung Niatnya
Diterima atau tidaknya dan sah atau tidaknya suatu amal tergantung pada niatnya. Demikian juga setiap orang berhak mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya dalam beramal. Dan yang dimaksud dengan amal disini adalah semua yang berasal dari seorang hamba baik berupa perkataan, perbuatan maupun keyakinan hati.
Fungsi Niat
Niat memiliki 2 fungsi:
1.     Jika niat berkaitan dengan sasaran suatu amal (ma’bud), maka niat tersebut berfungsi untuk membedakan antara amal ibadah dengan amal kebiasaan.
2.     Jika niat berkaitan dengan amal itu sendiri (ibadah), maka niat tersebut berfungsi untuk membedakan antara satu amal ibadah dengan amal ibadah yang lainnya.
Pengaruh Niat yang Salah Terhadap Amal Ibadah
Jika para ulama berbicara tentang niat, maka mencakup 2 hal:
1.     Niat sebagai syarat sahnya ibadah, yaitu istilah niat yang dipakai oleh fuqoha’.
2.     Niat sebagai syarat diterimanya ibadah, dengan istilah lain: Ikhlas.
Niat pada pengertian yang ke-2 ini, jika niat tersebut salah (tidak Ikhlas) maka akan berpengaruh terhadap diterimanya suatu amal, dengan perincian sebagai berikut:
a.    Jika niatnya salah sejak awal, maka ibadah tersebut batal.
b.    Jika kesalahan niat terjadi di tengah-tengah amal, maka ada 2 keadaan:
-      Jika ia menghapus niat yang awal maka seluruh amalnya batal.
-      Jika ia memperbagus amalnya dengan tidak menghapus niat yang awal, maka amal tambahannya batal.
c.     Senang untuk dipuji setelah amal selesai, maka tidak membatalkan amal.
Beribadah dengan Tujuan Dunia
Pada dasarnya amal ibadah hanya diniatkan untuk meraih kenikmatan akhirat. Namun terkadang diperbolehkan beramal dengan niat untuk tujuan dunia disamping berniat untuk tujuan akhirat, dengan syarat apabila syari?t menyebutkan adanya pahala dunia bagi amalan tersebut. Amal yang tidak tercampur niat untuk mendapatkan dunia memiliki pahala yang lebih sempurna dibandingkan dengan amal yang disertai niat duniawi.
Hijrah
Makna hijrah secara syari?t adalah meninggalkan sesuatu demi Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah artinya mencari sesuatu yang ada disisi-Nya, dan demi Rasul-Nya artinya ittiba’ dan senang terhadap tuntunan Rasul-Nya.
Bentuk-bentuk Hijrah:
1.     Meninggalkan negeri syirik menuju negeri tauhid.
2.     meninggalkan negeri bid?h menuju negeri sunnah.
3.     Meninggalkan negeri penuh maksiat menuju negeri yang sedikit kemaksiatan.
Ketiga bentuk hijrah tersebut adalah pengaruh dari makna hijrah.

Mengenal Arti Saw, As, Ra, Azza wa Jalla, Jalla Jalaluhu, Naudzubillahi mindzalik, Wallahu a'lam bishshowab, Jazzakumullah Khoiran Katsiro

  • Saw merupakan singkatan dari Shallallahu `alaihi Wa Sallam, sebuah lafaz yang disunnahkan keadaan kita untuk mengucapkannya ketika menyebut nama Rasulullah SAW. Artinya adalah semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepadanya. Perintah untuk  bershalawat kjepada Rasulullah SAW merupakan perintah dari Al-Quran yaitu " Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya ."(QS. Al-ahzab : 56)

  • As biasa digunakan untuk menyingkat lafaz Alaihis Salam yang bermakna Semoga keselamatan dilimpahkan kepadanya. Ungkapan ini biasanya diberikan kepada para nabi dan Rasul termasuk juga para malaikat. " Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul."(QS. Ash-Shaffaat : 181)

  • Ra biasa digunakan untuk menyingkat lafaz Radhiyallahu `anhu/`anha / `anhum.  Lafaz ini juga merupakan ungkapan dan doa yang disematkan kepada para  shahabat Rasulullah SAW. Maknanya adalah Semoga Allah meredhainya. Bila kata  terakhirnya `anhu maka dhamirnya untuk dia satu orang laki-laki. Bila kata terakhirnya `anhum maka dhamirnya mereka (jama`) dan bila kata teakhirnya `anha maka dhamirnya untuk dia seorang wanita.

    "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama dari golongan muhajirin  dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha  kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar."
    (QS. At-Taubah : 100)
    "Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu'min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon , maka Allah mengetahui apa yang ada  dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan  kepada mereka dengan kemenangan yang dekat."
    (QS. Al-Fath : 18)
  • Azza wa Jalla dan Jalla Jalaluhu adalah dua ungkapan yang disematkan pada  lafaz Allah selain Ta`ala. Lafaz `Azza makanya adalah yang Maha Aziz atau Perkasa. Sedangkan lafaz Jalla maknanya adalah Agung.

    " ... maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
    (QS. Al-Baqarah : 209)" Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran / keagungan dan kemuliaan."
    (QS. Ar-Rahman : 27)

  • Naudzubillahi mindzalik adalah ungkapan meminta perlindungan kepada Allah dari bahaya atau madharat sesuatu hal. "... maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."(QS. Al-Mu`min : 56)

  • Wallahu a'lam bishshowab adalah uangkapan untuk menyatakan bahwa kita mengembalikan kebenaran itu hanya kepada Allah. Makna lafaz itu adalah Dan hanya Allah saja lah yang lebih mengetahui kebenarannya. " ... dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui."(QS. Yusuf : 76)

  • Jazzakumullah Khoiran Katsiro maknanya adalah Semoga Allah memberikan balasan kepada Anda yang lebih baik dan lebih banyak. Ungkapan ini adalah bentuk doa dan sekaligus rasa sykur kepada manusia yang telah berjasa kepada kita. Ungkapan ini lebih sempuirna dari sekedar mengucapkan kalimat terima kasih. Karena didalamnya selain ungkapan terima kasih juga ada doa untuk memberikan yang lebih baik dan lebih banyak lagi. " Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak. Dia adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan."(QS. Al-Kahfi : 44)

    sumber:
    http://toeflay.blogspot.com

Senin, 15 Juli 2013

Twin'S.Net


Yang terbaru dari Twin'S.Net.. 
Twin'S.Net ini sendiri udah berganti nama sebayak 4kali dan berpindah tempatpun juga udah 4kali, dimana yang pertama bernama St-Setia.Net yang beralamatkan Jalan Pesantren AL-HIDAYAH, Sukasari.dan yang kedua bernama SS.Net yang beralamatkan belakang Abadi Hotel Sarolangun terus yang ketiga Daun.Net yang beralatkan Jl.Sumatra KM.1 Sebelah Pisek Cell. Dan ini yang terakhir kami beri nama Twin'S.Net yang beralatkan Jl.Lintas Sumatra KM.1 sebelah Multivision, ato lebih lebih tepat dekat Nasi Goreng Bang Peri.
 
Masa Perakitan 





 Dan yang ini siap di operasikan



Selamat Berkunjung ...!!!!!
 

Rabu, 26 Juni 2013

Uje - Bidadari Surga

Setiap manusia punya rasa cinta
Yang mesti dijaga kesuciannya
Namun ada kala insan tak berdaya
Saat dusta mampir bertahta
Ku inginkan dia
Yang punya setia
Yang mampu menjaga kemurniannya
Saat ku tak ada
Ku Jauh darinya
Amanah pun jadi penjaganya
Hatimu tempat berlindungku
Dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu
Dijadikan engkau istriku
Engkaulah…
Bidadari Surgaku
Tiada yang memahami
Sgala kekuranganku
Kecuali kamu, bidadariku
Maafkanlah aku
Dengan kebodohanku
Yang tak bisa membimbing dirimu
Hatimu tempat berlindungku
Dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu
Dijadikan engkau istriku
Engkaulah
Bidadari Surgaku
Rabbana hablana
Min azwajina
Wa dzurriyatina qurrata a’yun
Waja’alna… lilmuttaqina imama, imama, imama
Bidadari surgaku


yuk Download Lagunya:  www.4shared.com

Jumat, 03 Agustus 2012

Agen: Agger Bahagia di Anfield

Bola.net - Absennya defender Daniel Agger dari skuad Liverpool kala berlaga di Europa League memunculkan spekulasi kepindahannya dari Anfield.

Hal itu menyusul jawaban yang dikeluarkan oleh agennya, Per Steffensen ketika ditanya perihal ketiadaan Agger di dalam skuad The Reds saat mengalahkan FC Gomel 1-0 di Belarusia. 

"Dia tidak sedang cedera," ungkapnya. 

"Hanya klub dan pelatih yang bisa menjawab kenapa ia tidak ada di skuad." 

Belakangan dikabarkan bahwa bek sekaligus kapten timnas Denmark itu tengah diminati dua klub raksasa Eropa, yakni Barcelona FC dan Manchester City. 

Namun sang agen tampak membantah rumor tersebut, dengan mengatakan bahwa Agger sangat bahagia berada di Liverpool, meskipun hingga saat ini belum menerima tawaran perpanjangan kontraknya yang habis pada 2014 mendatang. 

"Liverpool akan menjawab apakah mereka sudah menerima tawaran. Namun laporan tentang ketersediaan Agger di bursa transfer itu murni spekulasi. Dia sangat senang di Liverpool," imbuh Steffensen.

Sumber: bola.net

Kamis, 02 Agustus 2012

Setia Band - Asmara VC Trinity


Single kedua Setia Band ini, sangat berbeda dengan single pertamanya. Lagu Asmara adalah kisah patah hati seseorang karena telah ditinggalkan kekasihnya. Musik dan lirik berpadu dengan komposisi yang pas, membuat lagu patah hati ini semakin terasa emosional. 

Begitu juga dengan video klipnya yang sangat menggambarkan isi lagunya. Video klip ini bercerita tentang seorang suami (diperankan oleh Charly) yang ditinggalkan sang istri (diperankan oleh Widi Amelia) karena faktor ekonomi. Istri Charly berprofesi sebagai penari dan Charly adalah penjual Pizza. 
MP3 untuk Setia Band - Asmara

Dari pada anda penasaran, Langsung aj liat videonya.

Rabu, 06 Juni 2012

Ini Dia Jersey Baru Liverpool Dari Warrior


Bola.net - Tidak akan lagi ada tiga strip di kostum Liverpool musim depan, tempat Adidas telah diambil alih oleh apparel asal Amerika, Warrior, dan ini dia tampilan jersey mereka musim 2012-2013.

Mulai musim depan, Warrior Sports pabrikan yang berbasis di Boston ini menjadi pemasok mereka. Kerja sama bernilai 25 Juta Poundsterling menghasilkan kostum polos minimalis.

Desain kostum kandang kembali Merah dan berkerah, logo Liverpool akan kembali ke logo klasik dengan warna Emas. Sementara kostum kiper akan berwarna Hijau dengan selingan warna Putih di bagian sisinya, sementara untuk jersey Away mereka belum memperkenalkannya.


 
Sumber: bola.net